Warmth.

abiii
Aku, bersama seseorang yang mengajarkanku tentang kesabaran.

Abi.

Nahkoda idola.

Senyum tulus merekah di bibirmu

Sedikit pun tak ku lihat kelelahan

Tertutupi oleh rasa bahagiamu

Berjumpa kembali dengan putrimu

Sore itu bersamamu

Menemanimu

Hanya sesaat

Namun banyak yang ku dapat

Kala itu udara terasa sejuk

Ada hal yang harus kau penuhi

Inisiatif menggerakanmu

Terpanggil atas tanggungjawab

Kau memintaku menemanimu

Berat rasa hati untuk menolak

Dalam perjalanan

Kita berbincang ringan

Tak ada canggung

Disampingku

Kau tanyakan keadaan

Kau tuturkan petuah bijak

Tiap tanya atas segala gundahku

Heranku

Ketidakmengertianku

Bahkan kekanak-kanakkanku

Iya, bersamamu

Aku menjelma

Menjadi perempuan kecil yang manja

Maafkan putrimu, Abi..

Terngiang dalam fikiran

Memori-memori

Tentangmu

Dan aku

Tak pernah ku lihat tangismu

Tak pernah ku dengar keluhmu

Tak pernah ku rasa keresahanmu

Didepanku

Aku melihat sosok yang kuat

Penuh tanggungjawab

Tak kenal henti dalam upaya

Darimu

Namun, ku tau

Kepedulianmu

Kelembutanmu

Kasih sayangmu

Tersembunyi dalam tiap lakumu

Aku tak memungkiri

Predikat tauladan layak kau dapati

Seringkali ku buat kau kesal

Kecewa

Dan amarah-amarah

Semua,

Karena khilafku

Dan seringkali juga

Kau menegurku

Kemudian kau maafkan aku (kembali)

Entah, dengan apa aku harus membalas

Segala kebaikanmu

Semoga surga menjadi hadiah terindahmu dariku, Abi..

Aamiin.

And, I still remember his words that he always say to me, “tingkatkan ibadahmu dan terus belajar ya, Fi..

Salam hangat dan rindu,

Putri sulungmu :’)

Ps. My other poem I’ve written for him Lelaki Terbaik (Sorry, because I admire him so much!)


Cibubur, 03 Oktober 2016